News

Fakultas Teknologi & Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Prima Indonesia (Unpri), Sabtu(2/5) menggelar Seminar Nasional dengan tema Peranan Civitas Akademika Dalam Mempersiapkan SDM Untuk Mewujudkan Kota Medan Menjadi Kota Cerdas, di Uni Plaza Grand Ballroom Medan. Acara itu juga dirangkaikan dengan penobatan Penasihat Unpri Dr. RE Nainggolan, M.M., sebagai Icon pendorong Sart City di Medan.

Seminar Nasional itu menghadirkan tiga pembicara terkenal masing-masing Dr. Erna Budhiarti Nababan, M.IT., dari Universitas Sumatera Utara (USU), Ir. Zulfiantoro Tanjung, M.Eng, Sc., Ahli kelistrikan dari Kepulauan Riau dan Arjon Turnip, PhD., dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Acara juga dihadiri Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika Dan Komputer (Aptikom) wilayah I Sumut-Aceh Prof. Dr. Opim Salim Sitompul, Anggota DPRD Sumut Ikrimah Hamidi, Dewan Riset Abdul Razak, Ketua Pembina Unpri dr. I Nyoman Ehrich Lister, M.Kes., AIFM., Ketua BPH Unpri Dr. Tommy Leonard, S.H., M.kn., Penasihat Unpri Dr. RE Nainggolan, M.M., Dekan Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer Unpri Abdi Dharma, S.Kom., M.Kom., wakil Dekan Fakultas Ekonomi Unpri Hendry, S.E., M.M., dan para mahasiswa FTIK Unpri.

Dr. RE Nainggolan, M.M., yang baru saja dinobatkan sebagai Icon pendorong Smart City (kota pintar) di Medan tampak semangat dan gencar untuk mewujudkan Smart City. Menurutnya, Smart City merupakan sebuah konsep kota cerdas, yang dapat membantu masyarakat mengelola sumber daya yang ada dengan effisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau lembaga dalam melakukan kegiatannya atau pun mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya.

Dijelaskan RE Nainggolan, Smart City merupakan sebuah impian dari hampir semua Negara di dunia. Dengan Smart City, berbagai macam data dan informasi yang berada di setiap sudut kota, dapat dikumpulkan melalui sensor yang terpasang di setiap sudut kota, dianalisis dengan aplikasi cerdas, selanjutnya disajikan sesuai dengan kebutuhan pengguna melalui aplikasi yang dapat diakses.

Dalam hal ini, RE Nainggolan berharap Pemerintah Kota (Pemko) Medan sudah menyiapkan diri, untuk menjelma menjadi kota Smart City yaitu kota yang berbasis teknologi. Karena tujuan dari sebuah pemerintahan itu adalah kesejahteraan masyarakat.

Menurut RE Nainggolan, Medan harus masuk dan bergegas menuju kota cerdas. Karena dengan Smart City, masyarakat bisa jauh lebih cepat memperoleh pelayanan yang lebih baik.

Sebab, kata RE Naingolan, ada tiga komponen yang paling utama dari Smart City itu. Dengan Smart City, sensor yang dapat mendeteksi bagaimana terjadinya persoalan-persoalan di tengah kota dapat diketahui seperti kita dapat segera megetahui dimana jalan yang rusak dan dimana-mana saja jalan yang macet di Kota Medan. "Dengan demikian, Pemerintah Kota Medan dapat dengan cepat menyelesaikan persoalannya", katanya.

Disebutkan RE Nainggolan juga, Medan sudah saatnya untuk sukses. Sekaitan dengan ini, ada enam dimensi Smart City yang perlu diketahui, yakni Smart Economy, Smart Mobility, smart environment (lingkungan), smart people (kreativitas dan modal), smart living (kualitas hidup) dan smart governance (pemberdayaan dan partisipasi).

Di Indonesia, katanya, sudah ada beberapa kota yang sudah menerapkan konsep Smart City diantaranya Bandung, Balikpapan, Makasar, Surabaya dan Bandung.

Pada kesempatan yang sama Dr. Erna Budhiarti Nababan, M.IT., dari Universitas Sumatera Utara (USU) memaparkan bahwa pada intinya, Smart City atau kota pintar adalah sebuah konsep kota cerdas, yang bisa membantu masyarakat yang berada di dalamnya, dengan cara mengelola sumber daya yang ada secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas hidup orang - orang yang tinggal di kota.

Sementara itu, Ir. Zulfiantoro Tanjung, M.Eng, Sc., Ahli Kelistrikan dari Kepulauan Riau memaparkan tentang keamanan sistem informasi layanan publik. Menurutnya, kemanan informasi (secure) ini, merupakan upaya perlindungan dari berbagai macam ancaman untuk memastikan keberlanjutan bisnis, meminimalisir resiko bisnis dan meningkatkan investasi serta peluang bisnis.

Sedangkan, Arjon Turnip, PhD., dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam paparannya menyebutkan, dalam era globalisasi sekarang ini, pentingnya kerjasama antara perguruan tinggi, lembaga penelitian dan industri sudah tidak dapat dihindari. Dalam hal ini, katanya LIPI mendorong terbangunnya pemikiran untuk mengembangkan suatu kerjasama yang terintegrasi, sebagai wujud pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kerjasama dengan pihak luar katanya, diharapkan akan terjadi sharing pengalaman, pengetahuan dan fasilitas penelitian, sehingga pada gilirannya mampu meningkatkan kualitas penelitian, jumlah publikasi dan teknologi.

Penasihat Unpri Dr. RE Nainggolan, M.M., yang baru dinobatkan sebagai Icon pendorong Smart City (kota pintar) di Medan tampak semangat memberikan paparannya tentang Smart City (kota cerdas) pada Seminar Nasional dengan tema Peranan Civitas Akademika Dalam Mempersiapkan SDM Untuk Mewujudkan Kota Medan Menjadi Kota Cerdas.